Spin Gates of Olympus, Jackpot Keluar Pas Pipis
Pagi itu dimulai seperti pagi-pagi lainnya. Mata setengah terbuka, alarm bunyi tapi dimatikan sambil ngedumel, dan perut terasa aneh karena kebanyakan kopi semalam. Aku duduk di kasur, membuka HP, dan langsung disambut notifikasi grup WhatsApp.
Grup kerja ribut.
Grup keluarga ribut.
Grup teman isinya cuma kiriman stiker dan kata “gas”.
Aku menarik napas panjang.
“Hari ini pasti biasa aja,” kataku polos.
Kalimat yang jelas-jelas adalah undangan bagi semesta untuk bercanda.
Gates of Olympus dan Niat Iseng yang Berbahaya
Sambil selonjoran, aku buka Gates of Olympus. Zeus muncul di layar dengan tatapan sok bijak, seolah mau berkata, “Tenang anak muda, hidup itu tentang kesabaran.” Padahal biasanya dia pelit luar biasa.
“Spin santai aja,” gumamku. “Buat hiburan.”
Spin pertama: zonk.
Spin kedua: masih zonk.
Spin ketiga: ada petir, tapi cuma numpang lewat.
Aku cek jam. Sudah agak siang. Kandung kemih mulai memberi sinyal darurat. Tapi rasa penasaran masih ada.
“Spin terakhir sebelum ke kamar mandi,” janjiku pada diri sendiri.
Janji yang sering dikhianati manusia.
Saat Alam Memanggil dengan Sangat Serius
Baru beberapa spin berjalan, perutku memberi peringatan keras. Ini bukan sekadar ingin pipis. Ini sudah masuk level kalau ditunda, hidup akan menyesal.
Aku berdiri tergesa-gesa sambil tetap menatap layar HP.
“Jangan apa-apa dulu ya, Ze,” bisikku.
Aku masuk kamar mandi. HP tetap di tangan. Posisi berdiri agak miring, satu tangan fokus ke urusan utama, satu tangan lagi memegang HP seperti sedang melakukan ritual sakral.
Dan di detik itulah, petir pertama jatuh.
Jackpot Tidak Punya Etika
Layar bergetar.
Aku berhenti sejenak.
“Loh?”
Petir kedua jatuh. Multiplier muncul.
Aku refleks menahan napas.
“Eh…?”
Petir ketiga menyusul dengan multiplier lebih besar.
Di saat aku sedang dalam posisi paling tidak elegan dalam hidup, layar Gates of Olympus berubah menjadi pesta cahaya. Zeus mengangkat tangan. Musik berubah jadi intens. Angka mulai naik.
“JANGAN SEKARANG!” bisikku panik.
Tapi Zeus tidak peduli. Jackpot tidak punya etika.
Detik-Detik Antara Fokus dan Panik
Tanganku gemetar.
Bukan cuma karena jackpot, tapi karena aku sadar sedang membagi konsentrasi pada dua hal penting yang sama-sama tidak bisa ditinggalkan.
Petir meledak.
Multiplier bertambah.
Angka melonjak.
“Ya Allah,” gumamku. “Kenapa harus pas pipis?”
Aku ingin duduk. Tidak bisa.
Ingin teriak. Tidak berani.
Ingin fokus. Tidak sanggup.
Zeus di layar tersenyum puas, seolah berkata, “Inilah ujian hidupmu.”
Jackpot Keluar Saat Posisi Tidak Manusiawi
Dan akhirnya…
Tulisan itu muncul.
WIN BESAR.
Aku membeku.
Waktu seolah berhenti.
Satu-satunya suara di kamar mandi hanyalah suara air dan detak jantungku sendiri.
“Ini… ini beneran?” gumamku.
Angkanya nyata. Bukan halu. Bukan salah lihat. Saldo bertambah dengan kecepatan yang tidak pernah kulihat sebelumnya.
Aku selesai dengan urusan kamar mandi sambil tetap menatap layar, seperti orang yang baru menyadari hidupnya berubah di tempat yang sangat tidak pantas.
Keluar Kamar Mandi Sebagai Orang Berbeda
Aku keluar kamar mandi dengan langkah pelan. Bukan karena capek, tapi karena masih shock. Rasanya seperti baru saja melewati momen spiritual yang salah lokasi.
Aku duduk di kasur.
Menatap HP.
Menatap langit-langit.
“Barusan… gue jackpot pas pipis,” kataku lirih.
Kalau ada yang melihatku saat itu, mungkin dikira aku kurang waras.
Reaksi Lingkungan yang Tidak Siap Menerima Fakta
Tanganku refleks membuka grup WhatsApp teman.
Aku: “Bro… jackpot.”
Teman: “Serius?”
Aku: “Iya.”
Teman: “Gimana caranya?”
Aku: “…pipis.”
Grup langsung hening.
Lalu meledak dengan stiker tertawa.
Ada yang bilang aku beruntung.
Ada yang bilang itu teknik baru.
Ada juga yang bilang aku jangan pipis sembarangan lagi.
Pelajaran Hidup dari Zeus dan Kamar Mandi
Setelah semua tenang, aku merenung. Hidup memang lucu. Kadang kita terlalu serius menunggu momen besar, padahal momen itu datang saat kita lengah.
Aku belajar beberapa hal penting hari itu:
-
Jackpot tidak menunggu kesiapan mental.
-
Zeus tidak peduli lokasi.
-
Hoki bisa datang di posisi paling tidak elegan.
Gates of Olympus hari itu mengajarkanku bahwa hidup itu absurd, tapi justru di situlah lucunya.
Sejak Hari Itu, Aku Lebih Santai
Sekarang setiap main Gates of Olympus, aku tidak terlalu tegang. Kalau menang, syukur. Kalau kalah, ya sudah.
Dan setiap kali ke kamar mandi sambil bawa HP, aku selalu senyum kecil dan berpikir:
“Siapa tahu Zeus mampir lagi.”
Karena kalau hidup sudah seaneh itu, kenapa tidak ditertawakan saja?
Jackpot Tidak Pernah Salah Waktu
Banyak orang bilang momen bersejarah itu harus khidmat. Harus serius. Harus siap. Tapi nyatanya, momen paling berkesan dalam hidupku justru terjadi di kamar mandi, dalam posisi setengah panik.
Spin Gates of Olympus hari itu tidak cuma kasih jackpot, tapi juga cerita yang tidak akan pernah bisa kulupakan.
Karena pada akhirnya,
hidup memang seperti Zeus—suka nyamber tanpa aba-aba.
Dan kalau suatu hari kamu jackpot pas pipis juga, ingat satu hal:
Kamu tidak sendiri.
Aku sudah lebih dulu.
