Awal Mula Kuota Sekarat
Namanya Bima. Bukan dewa. Bukan pahlawan. Hanya manusia biasa dengan gaji pas-pasan, saldo e-wallet menipis, dan kuota internet yang hidup segan mati tak mau.
Malam itu, Bima rebahan di kasur. Lampu kamar mati setengah. Powerbank sudah menyerah sejak sore. HP panas bukan karena spek tinggi, tapi karena dipaksa bertahan hidup.
Notifikasi muncul:
“Sisa kuota: 120 MB.”
Bima menatap layar.
Lama.
Dalam.
Seperti menatap mantan yang sudah bahagia.
“Ah… cukup lah buat beberapa spin,” gumamnya dengan logika yang sudah tidak mau diskusi.
Login dengan Niat yang Tidak Jelas
Bima buka game Gates of Olympus. Zeus menyambut dengan tatapan sok galak, tapi entah kenapa malam itu terlihat lebih… iba.
Petir menyambar pelan.
Musik latar agak patah-patah.
Sinyal naik turun seperti emosi anak kos akhir bulan.
“Spin kecil aja, Zeus,” kata Bima lirih.
“Kuota gue lagi kritis.”
Spin pertama: zonk.
Spin kedua: zonk, animasi delay.
Spin ketiga: simbol jatuh telat, kayak mikir dulu.
Bima menghela napas panjang.
Kuota turun jadi 98 MB.
Ketika Zeus Mulai Curiga
Entah kebetulan atau takdir, di spin ke-9, scatter pertama muncul. Zeus mengangkat alis. Seolah bertanya:
“Lah, kok masih main?”
Scatter kedua muncul.
Kuota: 76 MB.
Bima mulai duduk tegak.
Satu tangan pegang HP.
Satu tangan siap nutup aplikasi kalau sinyal hilang.
Scatter ketiga…
MUNCUL.
Free spin aktif, tapi animasinya tersendat. Zeus berputar setengah lalu freeze sebentar. Petir menyambar dengan frame drop.
Bima panik.
“Jangan nge-lag sekarang, sumpah!”
Free Spin Rasa Bertahan Hidup
Free spin pertama jalan. Simbol jatuh pelan, seperti Zeus sengaja ngirit kuota. Multiplier x5 turun. Bima senyum tipis.
Free spin kedua: x10.
Free spin ketiga: simbol nyambung.
Saldo naik sedikit.
Kuota turun jadi 54 MB.
Bima mulai ngomel,
“Zeus… gue main bukan buat kaya. Gue cuma pengen ngerasain menang sebelum kuota mati.”
Di layar, Zeus menatap ke bawah. Tatapan itu… beda. Tidak arogan. Tidak sombong. Tapi seperti… mengerti.
Muka Pasrah yang Mengundang Keajaiban
Di free spin ke-6, HP Bima mulai panas. Layar meredup otomatis. Sinyal berubah jadi H+. Kuota tersisa 38 MB.
Bima bersandar ke dinding.
Mukanya kusut.
Mata panda.
Rambut berantakan.
Kalau Zeus benar-benar hidup, mungkin ini pertama kalinya ia melihat pemain dengan aura “sudah siap kalah tapi masih berharap”.
Multiplier x20 jatuh.
Simbol nyambung.
Saldo naik lagi.
Bima terdiam.
“Eh?”
Zeus Mulai Tidak Tega
Free spin ke-8.
Multiplier x50 turun pelan, seolah takut bikin kaget. Zeus mengangkat petir dengan gaya hati-hati.
Bima menatap layar sambil senyum getir.
“Ini serius, Zeus?”
Di sudut layar, animasi Zeus berhenti sejenak. Seperti dia menilai situasi:
-
HP retak dikit
-
Kuota sekarat
-
Pemain gak banyak bacot
-
Ekspresi pasrah level akhir
Zeus menghela napas (secara metaforis).
Jackpot Datang Tanpa Niat Pamer
Free spin terakhir.
Layar sempat freeze.
Kuota: 19 MB.
Bima hampir menutup aplikasi.
Tapi tepat di detik terakhir…
Multiplier x100 jatuh.
Simbol nyambung rapat.
Petir menyambar penuh niat.
JACKPOT KELUAR.
Bukan yang bikin server meledak.
Bukan yang bikin tetangga bangun.
Tapi cukup besar untuk bikin Bima bengong.
Saldo melonjak.
Animasi jalan lambat.
Zeus berdiri tegap, tapi ekspresinya bukan sombong—lebih ke puas.
Bima menatap layar.
Diam.
Tidak teriak.
Tidak sujud.
Ia cuma berkata,
“Zeus… makasih.”
Kuota Habis, Rezeki Masuk
Begitu jackpot masuk saldo, layar langsung berhenti.
“Tidak ada koneksi internet.”
HP Bima kembali ke home screen.
Kuota: 0 MB.
Bima tertawa kecil.
Bukan ketawa histeris.
Tapi ketawa orang yang tahu hidup kadang kejam, tapi sesekali lucu.
“Pas banget ya…” katanya.
Esok Hari yang Lebih Cerah
Keesokan paginya, Bima beli paket data baru. Bukan yang mahal. Yang penting cukup. Ia buka lagi Gates of Olympus.
Zeus muncul seperti biasa. Galak. Petir menyambar. Tidak ada tanda-tanda iba.
Bima nyengir.
“Oh… jadi semalam cuma karena kasihan ya?”
Spin dicoba lagi.
Zonk.
Zonk lagi.
Legenda Kuota Minus
Sejak hari itu, Bima percaya satu hal:
Jackpot bukan cuma soal timing atau pola. Kadang… soal kondisi mental, kondisi dompet, dan kondisi kuota.
Zeus mungkin dewa.
Tapi bahkan dewa pun bisa luluh melihat pemain dengan:
-
Kuota minus
-
Muka pasrah
-
Harapan tipis
-
Dan sinyal naik turun
Bima tidak pernah mengklaim itu strategi.
Ia menyebutnya momen dikasihani semesta.
Dan pesan terakhir yang selalu ia ingat:
“Kalau main pas kuota kritis dan Zeus ngasih jackpot,
jangan sombong.
Itu bukan karena jago.
Itu karena… kasihan.”
